Jejak 1 Tahun Pengabdian H. Hendry Munief, S.E.Ak., M.B.A. (Anggota DPR RI Fraksi PKS).


 

 

 


Judul                                                :   Jejak 1 Tahun Pengabdian H. Hendry Munief, S.E.Ak., M.B.A. (Anggota DPR RI Fraksi PKS) 

Kepengarangan                                :   Muflih Helmi, S.S.

 

Sinopsis Buku “Jejak 1 Tahun Pengabdian H. Hendry Munief, S.E.Ak., M.B.A. (Anggota DPR RI Fraksi PKS)

       Buku Jejak 1 Tahun Pengabdian H. Hendry Munief, S.E.Ak., M.B.A. (Anggota DPR RI Fraksi PKS) merekam satu tahun perjalanan pengabdian seorang wakil rakyat yang memaknai politik sebagai amanah, bukan sekadar jabatan. Disusun dari rangkaian peristiwa, kebijakan, dan kerja lapangan, buku ini menghadirkan potret kepemimpinan yang tumbuh dari kedekatan dengan rakyat, keberpihakan kepada yang lemah, serta keyakinan bahwa kekuasaan harus dipertanggungjawabkan secara moral dan spiritual.

Melalui halaman-halamannya, pembaca diajak menyusuri denyut kerja legislatif di Senayan, dialog kebijakan di ruang-ruang negara, hingga langkah-langkah sunyi di pelosok daerah pemilihan. Dari isu ekonomi kerakyatan, UMKM, pariwisata berbasis budaya, ekonomi kreatif, pendidikan, hingga kerja-kerja kemanusiaan, buku ini menunjukkan bagaimana aspirasi masyarakat diterjemahkan menjadi advokasi dan kebijakan yang berpijak pada realitas sosial.

Buku ini juga menampilkan sisi personal pengabdian—bagaimana nilai keluarga, tradisi keislaman, dan akar budaya Melayu membentuk cara pandang Hendry Munief dalam memimpin dan melayani. Pengalaman hidup lintas daerah dan lintas bangsa, keterlibatan dalam dunia pendidikan, wakaf produktif, serta gerakan sosial menjadi fondasi gagasan tentang pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Jejak 1 Tahun Pengabdian H. Hendry MuniefH. Hendry Munief, S.E.Ak., M.B.A. (Anggota DPR RI Fraksi PKS) adalah catatan reflektif tentang politik yang beradab—politik yang mendengar sebelum memutuskan, melayani sebelum memimpin, dan bekerja sebelum menuntut pengakuan. Buku ini menjadi ajakan terbuka bagi pembaca untuk melihat bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari sorak kemenangan, melainkan dari seberapa jauh negara benar-benar hadir dalam kehidupan rakyatnya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar